Postingan

Gambar
satu waktu seorang narasumber di kelas online 'Malu Bertanya #8' Ust Sebastian menyampaiakan simpulan terkait materi yang telah dibahas di hari sebelumnya. " Saya seringkali menasihatkan kepada teman-teman akhwat yang akan menikah, Mbak, tolong jangan menggantungkan kesalihanmu kepada suami ya, kalau bisa, kesalihanmu minimal menyamainya, atau bahkan melebihinya. Mengapa demikian? Sebab seandainya kesalihan perempuan tergantung suaminya, maka ya tidak akan mungkin Wahilah istri Nabi Nuh, akan durhaka kepada suaminya dengan mengatakan kepada kaumnya bahwa suaminya itu tidak berakal, padahal suaminya adalah manusia terbaik di eranya. Seandainya, kesalihan perempuan tergantung suaminya, maka juga tidak akan mungkin Maryam binti Imran akan menjadi sebaik-baiknya wanita karena ia tidak memiliki seorang suami. Seandainya juga, kesalihan perempuan tergantung suaminya, tidak mungkin Asiyah memiliki kedudukan tinggi di surga karena suaminya adalah manusia paling terkenal akan kejah...

Sebilah Tanya

Gambar
Dakwah…. Sebuah lembaran putih mengikat sejarah Entah itu terang atau gelap Entah itu berliku atau jurang yang curam Yang pasti ianya bukan jalan tol Dakwah…. Ia seumpama kereta api Menampung dan menyampikan penumpang pada tujuan pasti Sedang kita adalah nakhoda berlisensi atau illegal Itu terserah padamu! Terkadang, keserakahan mengusik derita Menyapa luka yang pernah mengering Menerpa Tanya pada jiwa yang tak kokoh Aku dapat apa? Aku bagian dari mana? Dan jiwa terusik bagai singa kelaparan Sungguh…. Tak ada kata santai diperjalanan ini Tak jua ada senda gurau bahkan sukacita Yang ada hanya rintangan, onak dan bahkan ranjau-ranjau tajam Yang ada hanya tikungan tajam dan jurang yang curam Untuk diri ini dan juga kau, kau, dan kau Mungkin kita akan menggelepar tak berdaya Jika yang kita punya hanya seutas pita yang rapuh Triang MarTan 

Final Part, antara kita ada cinta

Gambar
Lantas.... Pilihan kita hanya ada dua. Mengikhlaskan atau menikahinya. Seperti yang dijelaskan Rosulullah saw dalam sabdanya.  "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)." ( HR Bukhari) Mengikhlaskan disini bukan berarti membiarkan perasaan kita dipenuhi doi-dia. Tetapi, dengan memasung perasaan dengan berpuasa. Agar nafsu tak meraja. Kenapa? Menurut gurunda kita almukarrom ustad Salim A Fillah dalam buku Nikmatnya Pacaran Setelah Nikah.  "Alangkah seringnya mentergesai kenikmatan tanpa ikatan. Membuat detik-detik di depan terasa hambar. Belajar dari ahli puasa, ada dua kebahagiaan baginya, saat berbuka dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala.  Inilah puasa panjang syahwatku, kekuatan ada pada menahan. Dan rasa ni...

Part 4, Antara kita ada cinta

Gambar
Nah.... Sebenernya nih, Cinta ini nggak cuma untuk anak gaul aja nih. Temen-temen yang ngakunya 'ikhwan-akhwat' juga terpapar sama 'penyakit' satu ini. Loh kok penyakit? Iya, Karena ini bisa mengusik ketenangan bermunajah kepada sang Khalik. Dikalangan aktivis dikenal dengan virus, Virus Merah Jambu (VMJ). Vurus ini mampu menyebar dan merebak dikalangan aktivis dalam keseharian mereka dengan alasan intensitas pertemuan. Kalo bahasa artisnya, cinlok gitu. Alias Cinta lokasi. Sekedar memiliki rasa, ngagumin, suka dan lerasan Indah lainnya mah nggak pernah dilarang, guys. Karena sejatinya Cinta itu fitrah. Malah yang nggak memiliki itu bisa dikatakan nggak normal. Euuuhh, nggak mau kan?  Kalau ikhwan jatuh cinta, mungkin cintanya lebih "berkelas". Cinta mereka bukan lagi masalah nafsu yang menjurus seks (maaf) dan romantis-romantisan (meskipun juga ada). Justru, seringkali mendahulukan simpati atas keshalihan, kemuliaan akhlak, dan kesamaan visi ...

Part 3, Antara Kita ada Cinta

Gambar
Salahkah dilanda cinta? Nah dalam buku Smart Love-nya Kusmarwanti M Idham disebutkan bahwa; Kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan, bukanlah sesuatu yang tercela. Pastinyalah kan. Kan kemarin udah dikasi tau, kalo Cinta itu besaaar banget cakupannya. Memang nggak melulu Allah. Tapi, tetep Karena Allah lo ya. Perasaan itu pun tak lantas dibuang atau malah dibunuh. Gimana cara bunuhnya ya?  😂😂. Kalo dia wujud nyamuk enak, udah digetok mati eh masih di lumet tu tulang-belulangnya (kebiasaan sih 😅). Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya. Hal seperti inilah yang tercela. Sering liatkan buktinya, ketika seseorang kelewat batas pasti ada aja yang tersakiti. Pasti ada aja yang dirugikan. Karena, memang hakekatnya yang berlebihan itu tak pernah membawa kebaikan. Trust...

Part 2, Antara Kita ada Cinta

Gambar
Ah.... Ngomongin Cinta itu nggak ada habisnya. Selalu ada nikmat tersendiri untuk mendiskusikannya. Gimana nggak, semua itu fitrah gitu.  زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” QS. Al-Imran: 14 Percayakan.... Bahwa cinta atau tentang kecintaan manusia yang telah disampaikan di Al-Quran ini tidak hanya kepada Allah, tetapi juga dalam beraneka ragam seperti kepada wanita (lawan jenis yah, soalnya penulis perempuan euy 😗) anak-anak (ada nggak sih...

Part 1, Antara kita dan cinta

Gambar
Kita... Aku dan kamu. Tercipta beserta fitrah. Dan diantara kita ada yang bernama Cinta. Hubb, atau mahabbah. Di dalam firmanNya tertulis jelas,  bahwasanya قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Al-Imran: 31 Tapi, hari ini cinta laksanakan berhala yang bisa dielukan. Kenapa? Karena, dengan alasan receh banget. Alasan yang nggak ada gentle-nya walaupun yang nyampein ngakunya ganteng sejagat 'aku rela lakuin apa aja, asal kamu disampingku selamanya' beuh, gaya lu sejagat. Tiba di seriusin 'kapan bang datang ke rumah untuk halalin adek' daaaaan...  Alasannya seabrek (pengalaman penuliskah? 😂😂😂 nggak ding nyomot sana-sini lo ya 😄) Dik, laki-laki itu biasanya hanya menginginkan regukan k...

Part 2, Si Cerewet yang Sholeha

Gambar
Tapi.... begitulah islam telah men-tarbiyah umar. Sungguh di luar ekspektasi si penanya. Dengan hebat khalifah Umar berkata: "Wahai tamuku, aku rela bersabar menghadapinya lantaran hak-haknya yang menjadi kewajibanku. Dialah yang memasak makananku. Dialah yang menyusui anakku. Dengan adanya dia, hatiku menjadi damai. Ber-oleh sakinah di dalam rumah.' Beuh..... Siapa yang nggak bangga coba jadi perempuan. Gimana nggak, dia (Umar RA) seorang preman arab dulunya yang ketika datang, suaranya menjadi panutan. Setiap tentangnya adalah ketakutan bagi yang lain. Bahkan setelah berislam, syetan dan musuh pun sangat takut padanya. Kejadian lain, yang tak kalah sweet banget adalah ketika dengan crewet dan cemburunya Aisyah RA. Riwayat menjelaskan tentang cemburunya Aisyah. Dari Anas bin Malik menceritakan Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berada di rumah salah seorang istrinya. Anas berkata; “Menurutku adalah Aisyah.” Lalu Salah seo...

Part 1, Si Cerewet yang Sholeha

Gambar
Anggun... Menawan... Muslimah...  Engkau di cipta dengan sebaik-baik bentuk pastinya. Seperti apapun rupamu, elokmu tak bisa ditawar (harga pas lo ya 😂😂). Sehingga, jelas Ultimatum dari nabi Saw bahwa perempuan adalah fitnah dan perhiasan terbaik, jika ia sholeha. Rosulullah saw bersabda “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah” [H.R. Muslim] Kuy,flashback bentar. Ngeliat kenapa wanita itu fitnah,  dan mengapa juga ia adalah sebaik-baik perhiasan.  Mengingat masa itu, perempuan hanya menjadi 'milik' layiknya benda yang bisa berpindah-pindah tangan, tak berharga. Nah contoh dekatnya itu, kalo sekarang kayak kita punya duit Rp1000. Hari ini, ntu duit bisa banget nangkring di dompet tipis kita (cieee lagi bokek yah 😂), beberapa hari ke depan (aih.... Kadang malah nggak nyampe itungan detik) ntu duit pindah tangan dah. Nah, yang lebih mirisnya waktu itu seorang perempuan bisa diwariskan (😭😭 pengen nangis,...

Ganjil yang digenapkan

Gambar
25 tahun lalu.... 9 November di tahun 90-an. Dengan cuaca dan keadaan yang tak banyak berbeda dengan sekarang. Untuk yang ketiga kalinya bapak mendengar ungkapan yang sama dari si mbah yang ngebantu mak lahiran. "Oalah.... Wedo' neh, Tan" 😂😂. Meng-azan-kan anak perempuan ketiganya dengan harapan yang harus bapak kubur rapat-rapat tentang keinginannya memiliki anak laki-laki. "Ku kira melebur masa lalu itu hanya masalah waktu saja. Tetapi, aku salah. Menutup kenangan itu tentang pilihan hati kita sendiri" (Dr. Nisa film hijaiyah Cinta). Tak banyak kenangan masa kecil, terlebih aku juga mungkin berharap lupa (ala-ala novelis gitu biar terlihat jadi klimaks 😂😂). Karena aku dulu terlalu belagu untuk mengabadikan memoar waktu masa kecil. Sungguh, aku mengingat masa-masaku itu ketika ada 'hero' semasa SD (tak doain kalian udah pada dapat jodoh ya abang-abang 😊). Waktu itu, ada senior-senior SD yang merasa jadi preman. Dan selalunya...

Facial dalam kesederhanaan

Gambar
Khumaira... Tentang rona ke-pink-pink-an (😁😁 maksa euy). Karena kamu tetep istimewa. Nggak perlu blush on (aduh bener nggak nih, sueeerr nggak ngarti gw 😄😄). Kayak jaman now, biar makin cakep (katanya 😂) make dah tu make up mahal 😲😲. Yang santer dan banyak guah temuin nih, mereka pake produk pemutih instan biar putih dah tu pipi. Meski terlihat maksa karena sebenarnya warna tubuhnya nggak putih. Jadi terlihat lah perbedaan antara langit dan bumi pada kulit wajah dan tangannya (gimana ngegambrinnya yah 😪).  Mungkin bagi mereka, wajah yang menarik dan enak untuk dikonsumsi publik adalah satu capaian hebat bagi hidupnya. Ketika wajahnya banyak menarik lawan jenis untuk memujinya, menurutnya itu adalah kebanggaan. Sehingga, rela menghabiskan banyak uang, waktu dan kesempatan yang hanya terbuang sia-sia. Padahal, jika saja kita lebih cerdas dan sedikit lebih kritis ,harusnya siap mempertanyakan "seberapa menghitamkan hatiku bergelimang dosa? Masih ada cel...

Part 2, Pantas menjadi bidadari?

Gambar
Sungguh.... Adalah kekonyolan ketika memaksakan diri menjadi orang lain setelah kita hijrah dengan berjilbab. Kayak di pelem-pelem noh. Harus ngikutin naskah. Hijrah dan jilbab kagak untuk yang begituan. Hijrah dan jilbab bukan musim, bukan objek viral yang ketika booming bakalan diikutin. Dan ketika sudah tidak lagi menjadi trending topic bakalan ditinggalkan dan dianggap angin lalu yang tak berbekas. Bahkan, dunia akan menjadi sunyi banget jika semuanya seragam. Sudah sepantasnya semua menyesuaikan dengan karunia karakter yang telah Allah lekatkan pada diri kita. Sebab, dengan keberagaman itulah kita akan mengenal ada akhwat jago karate seperti Nusaibah Binti Ka'ab yang melindungi Rosulullah ke mana pun tak beliau bergerak dalam perang. Akan tetap ada akhwat yang berkepribadian kuat dan pemberani seperti Ummu Hani' Binti Abu Thalib. Akan tetap ada akhwat yang suka bermanja dan ceria seperti 'Aisyah. Akan tetep ada yang bisa membentak dan tertawa terbahak...

Part 1, Pantas menjadi bidadari?

Gambar
Hijrah....   Ketika awal-awal hijrah, pasti sebagian kita merasa bingung akan jalan yang telah di pilih ini.  Bahkan yang sudah berlama-lama dalam hijrahnya pun terkadang juga masih bingung dalam menentukan sikap. Selalunya kita berpikiran sempit dan mempertanyakan "ketika aku berjilbab mungkin nanti akan sulit untuk melakukan banyak hal secara aku orangnya begini, begini, dan begini?".     Bahkan tak jarang karena dalih ini, sebagian minder dan urung niat untuk hijrah sambil berdalih "nanti saja deh kalo aku sudah bisa nge-hijab-in hati, nanti kalo perilaku aku sudah baik, nanti aja ketika aku sudah bersih dari dosa". Kapan? Ajal mah nggak nunggu kamu udah taubat atau belum, dia datang tanpa aba-aba lagi. Kan kita udah teken kontrak sebelum ruh ditiupkan dalam rahim ibu yang nyaman kala itu. Makanya, kuy mulai sekarang, detik ini juga dan dari diri sendiri. Action bro 😄.     Nah.... Kadang pun ketika yang sudah betah dengan hijrahnya s...

Move On, kuy 😉

Gambar
Ujian itu.....  sejurus dengan apa yang kita junjung tinggi, Seperti pendahulu kita.  Nabi Ibrahim yang menjunjung tinggi cinta. Allah uji dengan kecintaan yang luar biasa. Dari keterlambatan hamil, kecemburuan, serta menyembelih putra tersayang. Kalo zaman now, orang tuanya tega-an buang anaknya ditong sampah (miris 😭). Memasukkan tubuh lunglai itu ke dalam plastik item dibuang di pinggir trotoar badan jalan. Bahkan rela ngeluarin hang banyak nemuin dokter atau dukun bayi untuk ngegugurin si calon bayi. Padahal jika saja, hari itu ia bisa berteriak dengan kencang ia Pasti akan katakan "Apakah aku sungguh menjadi 'beban malu' bagi orang tuaku?".  Aku kadang juga heran dan takjub dengan takdir yang Allah gulirkan kepada hambanya, ada yang rela menjadi cemoohan dengan menikah muda untuk melindungi diri dari zina bahkan masih Allah uji lagi dengan sulit atau lamanya mendapat momongan. Tapi, mereka yang sukanya hanya menikmati waktu tak lama ...