Part 1, Antara kita dan cinta





Kita...




Aku dan kamu. Tercipta beserta fitrah. Dan diantara kita ada yang bernama Cinta. Hubb, atau mahabbah. Di dalam firmanNya tertulis jelas,  bahwasanya

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Al-Imran: 31


Tapi, hari ini cinta laksanakan berhala yang bisa dielukan. Kenapa? Karena, dengan alasan receh banget. Alasan yang nggak ada gentle-nya walaupun yang nyampein ngakunya ganteng sejagat 'aku rela lakuin apa aja, asal kamu disampingku selamanya' beuh, gaya lu sejagat. Tiba di seriusin 'kapan bang datang ke rumah untuk halalin adek' daaaaan...  Alasannya seabrek (pengalaman penuliskah? 😂😂😂 nggak ding nyomot sana-sini lo ya 😄)


Dik, laki-laki itu biasanya hanya menginginkan regukan kenikmatan dalam setiap interaksi yang mereka sebut pacaran meski mereka bersumpah bahwa cintanya suci dan sejati.


Nggak percaya nih, Beuh.... Doi bilang, Cinta sampai mati, elunya mati dia cari cinta lagi 😂😂. Masih berasa dia layak elu cintai? Padahal ijab qabul aja belum. Eih...



 Sungguh benar segala firmanNya.

"وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Isra : 32)



Karena zina....
Bukan hanya membuat seorang gadis hamil dan dinikahkan dengan penghamilnya.


Bukan tentang kekagetan orang tua melihat anak perempuannya suka rujak dan muntah-muntah.


Bukan juga peng-halal-an orang tua dengan "mereka tahu batasnya".


Sungguh zina bukanlah tergoresnya antara pusat dan lutut.


Tetapi, semua indera dan anggota tubuh menjadi terdakwa.




Karena Rosulullah pun telah mengultimatum, semua indera bisa berzina.


".... Kedua mata zinanya dengan memandang. Kedua telinga zinanya dengan mendengar. Lisan berzina dengan kata-kata. Tangan berzina dengan sentuhan. Kaki berzina dengan langkah. Dan hati, berzina dengan keinginan atau khayalan. Semuanya akan dibenarkan atau didustai oleh kemaluan" (HR Muslim dari Abu Hurairah)





Lantas gimana donk ketika aku jatuh cinta?


 Lantas gimana sikap kita yang terusik virus merah jambu?


  Lantas haruskah aku korbankan rasaku?


Atau.... Gimana aku mengelolanya?


Diutarakan atau dipendam 'Cinta dalam hati?



___see you soon__




Triang MarTan
Tanjung Belit, 20 Rabiul awwal 1440/ 28 November 2018



📷webtoon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Final Part, antara kita ada cinta

Sebilah Tanya