Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Facial dalam kesederhanaan

Gambar
Khumaira... Tentang rona ke-pink-pink-an (😁😁 maksa euy). Karena kamu tetep istimewa. Nggak perlu blush on (aduh bener nggak nih, sueeerr nggak ngarti gw 😄😄). Kayak jaman now, biar makin cakep (katanya 😂) make dah tu make up mahal 😲😲. Yang santer dan banyak guah temuin nih, mereka pake produk pemutih instan biar putih dah tu pipi. Meski terlihat maksa karena sebenarnya warna tubuhnya nggak putih. Jadi terlihat lah perbedaan antara langit dan bumi pada kulit wajah dan tangannya (gimana ngegambrinnya yah 😪).  Mungkin bagi mereka, wajah yang menarik dan enak untuk dikonsumsi publik adalah satu capaian hebat bagi hidupnya. Ketika wajahnya banyak menarik lawan jenis untuk memujinya, menurutnya itu adalah kebanggaan. Sehingga, rela menghabiskan banyak uang, waktu dan kesempatan yang hanya terbuang sia-sia. Padahal, jika saja kita lebih cerdas dan sedikit lebih kritis ,harusnya siap mempertanyakan "seberapa menghitamkan hatiku bergelimang dosa? Masih ada cel...

Part 2, Pantas menjadi bidadari?

Gambar
Sungguh.... Adalah kekonyolan ketika memaksakan diri menjadi orang lain setelah kita hijrah dengan berjilbab. Kayak di pelem-pelem noh. Harus ngikutin naskah. Hijrah dan jilbab kagak untuk yang begituan. Hijrah dan jilbab bukan musim, bukan objek viral yang ketika booming bakalan diikutin. Dan ketika sudah tidak lagi menjadi trending topic bakalan ditinggalkan dan dianggap angin lalu yang tak berbekas. Bahkan, dunia akan menjadi sunyi banget jika semuanya seragam. Sudah sepantasnya semua menyesuaikan dengan karunia karakter yang telah Allah lekatkan pada diri kita. Sebab, dengan keberagaman itulah kita akan mengenal ada akhwat jago karate seperti Nusaibah Binti Ka'ab yang melindungi Rosulullah ke mana pun tak beliau bergerak dalam perang. Akan tetap ada akhwat yang berkepribadian kuat dan pemberani seperti Ummu Hani' Binti Abu Thalib. Akan tetap ada akhwat yang suka bermanja dan ceria seperti 'Aisyah. Akan tetep ada yang bisa membentak dan tertawa terbahak...

Part 1, Pantas menjadi bidadari?

Gambar
Hijrah....   Ketika awal-awal hijrah, pasti sebagian kita merasa bingung akan jalan yang telah di pilih ini.  Bahkan yang sudah berlama-lama dalam hijrahnya pun terkadang juga masih bingung dalam menentukan sikap. Selalunya kita berpikiran sempit dan mempertanyakan "ketika aku berjilbab mungkin nanti akan sulit untuk melakukan banyak hal secara aku orangnya begini, begini, dan begini?".     Bahkan tak jarang karena dalih ini, sebagian minder dan urung niat untuk hijrah sambil berdalih "nanti saja deh kalo aku sudah bisa nge-hijab-in hati, nanti kalo perilaku aku sudah baik, nanti aja ketika aku sudah bersih dari dosa". Kapan? Ajal mah nggak nunggu kamu udah taubat atau belum, dia datang tanpa aba-aba lagi. Kan kita udah teken kontrak sebelum ruh ditiupkan dalam rahim ibu yang nyaman kala itu. Makanya, kuy mulai sekarang, detik ini juga dan dari diri sendiri. Action bro 😄.     Nah.... Kadang pun ketika yang sudah betah dengan hijrahnya s...

Move On, kuy 😉

Gambar
Ujian itu.....  sejurus dengan apa yang kita junjung tinggi, Seperti pendahulu kita.  Nabi Ibrahim yang menjunjung tinggi cinta. Allah uji dengan kecintaan yang luar biasa. Dari keterlambatan hamil, kecemburuan, serta menyembelih putra tersayang. Kalo zaman now, orang tuanya tega-an buang anaknya ditong sampah (miris 😭). Memasukkan tubuh lunglai itu ke dalam plastik item dibuang di pinggir trotoar badan jalan. Bahkan rela ngeluarin hang banyak nemuin dokter atau dukun bayi untuk ngegugurin si calon bayi. Padahal jika saja, hari itu ia bisa berteriak dengan kencang ia Pasti akan katakan "Apakah aku sungguh menjadi 'beban malu' bagi orang tuaku?".  Aku kadang juga heran dan takjub dengan takdir yang Allah gulirkan kepada hambanya, ada yang rela menjadi cemoohan dengan menikah muda untuk melindungi diri dari zina bahkan masih Allah uji lagi dengan sulit atau lamanya mendapat momongan. Tapi, mereka yang sukanya hanya menikmati waktu tak lama ...