Part 2, Pantas menjadi bidadari?
Sungguh....
Adalah kekonyolan ketika memaksakan diri menjadi orang lain setelah kita hijrah dengan berjilbab. Kayak di pelem-pelem noh. Harus ngikutin naskah. Hijrah dan jilbab kagak untuk yang begituan. Hijrah dan jilbab bukan musim, bukan objek viral yang ketika booming bakalan diikutin. Dan ketika sudah tidak lagi menjadi trending topic bakalan ditinggalkan dan dianggap angin lalu yang tak berbekas.
Bahkan, dunia akan menjadi sunyi banget jika semuanya seragam. Sudah sepantasnya semua menyesuaikan dengan karunia karakter yang telah Allah lekatkan pada diri kita. Sebab, dengan keberagaman itulah kita akan mengenal ada akhwat jago karate seperti Nusaibah Binti Ka'ab yang melindungi Rosulullah ke mana pun tak beliau bergerak dalam perang.
Akan tetap ada akhwat yang berkepribadian kuat dan pemberani seperti Ummu Hani' Binti Abu Thalib.
Akan tetap ada akhwat yang suka bermanja dan ceria seperti 'Aisyah.
Akan tetep ada yang bisa membentak dan tertawa terbahak seperti Hafshah.
Akan tetep ada akhwat atau ummahat yang lembut dan memiliki sifat keibuan seperti Khadijah RA.
Kenal nggak nih sama mereka? Hayo.... Lebih kenal mana kamu sama para sahabat-sahabiyyah atau para artis? Raba hatimu jika terasa mendung dan gerimis beristighfar lah.
Dan..... Tetep akan ada yang menjadi seperti kamu yang tak bisa orang lain ikuti dan campuri, karena kamu istimewa. Kun Anta saja, jadi diri sendiri. Nggak usah minder dengan cemoohan orang lain karena fisikmu, nggak usah malu dengan rese'-an orang lain jika kamu nggak sesuai dengan keinginan mereka. Karena kamu ya kamu. Bukan dia atau mereka.
Sungguh, begitulah jilbab bukan drama atau sinetron yang bisa membuat kita menjadi siapa saja ketika memakainya. Tak perlu meredupkan keunikan pribadimu, teruslah menjadi pelangi dengan warna-warni akhlakul karimah.
__see you soon__
Inspirasi buku Agar Bidadari Cemburu Padamu Salim A Fillah. Dari akhwat yang compang-camping oleh dosa. Menjadi alarm diri dan Semoga terserap manfaat.
Tanjung Belit, 18 Februari 2018
Triang MarTan

Komentar
Posting Komentar