Part 1, Si Cerewet yang Sholeha








Anggun...



Menawan...



Muslimah...
 Engkau di cipta dengan sebaik-baik bentuk pastinya. Seperti apapun rupamu, elokmu tak bisa ditawar (harga pas lo ya πŸ˜‚πŸ˜‚). Sehingga, jelas Ultimatum dari nabi Saw bahwa perempuan adalah fitnah dan perhiasan terbaik, jika ia sholeha.


Rosulullah saw bersabda “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah” [H.R. Muslim]


Kuy,flashback bentar. Ngeliat kenapa wanita itu fitnah,  dan mengapa juga ia adalah sebaik-baik perhiasan.
 Mengingat masa itu, perempuan hanya menjadi 'milik' layiknya benda yang bisa berpindah-pindah tangan, tak berharga. Nah contoh dekatnya itu, kalo sekarang kayak kita punya duit Rp1000. Hari ini, ntu duit bisa banget nangkring di dompet tipis kita (cieee lagi bokek yah πŸ˜‚), beberapa hari ke depan (aih.... Kadang malah nggak nyampe itungan detik) ntu duit pindah tangan dah.
Nah, yang lebih mirisnya waktu itu seorang perempuan bisa diwariskan (😭😭 pengen nangis, sungguh). Kejadian ini sering kita tonton dan bahkan kita baca dari buku-buku sejarah. Atau bahkan ada juga yang menuliskannya menjadi sebuah novel, agar mudah dipahami dan di cerna.



Ternyata, kejadian ini tuh, pernah juga terjadi berpuluh-puluh ribu tahun yang lalu, di saat seorang raja 'yang ngaku Tuhan' meninggal (taukan kenapa dia wafat? Kalo belum ngeh kapan-kapan kita belajar bareng yah πŸ˜‰) maka istrinya diwariskan kepada raja selanjutnya. Sehingga sejarah mencatat tentang incest yang bisa di artikan sebagai perkawinan sedarah, naudzubillah 😭😭.




Begitu juga, saat seorang Ibrahim yang membawa istrinya sarah yang sangat cantik, untuk melindunginya ia melakukan dusta putih ketiga (untuk jelasnya baca sejarah lagi yuuuk πŸ˜„πŸ˜„). 'Dinegeri ini, tak ada yang beriman selain aku dan engkau. Sehingga jangan menyangkalku ketika nanti aku menyebutmu sebagai saudariku.' Karena, pada masa itu lebih memungkinkan seorang saudara (abang) melindungi saudarinya (adik/kakak perempuannya), ketimbang melindungi istrinya. Karena masa itu istri bukanlah hubungan yang 'pantas' untuk dilindungi.


Tapi, tahukah kamu, ladies. engkau lebih dihormati setelah dakwah Rosulullah Saw sampai. Yang dengan menggigil ketakutan ia tetap kuatkan diri untuk menerima wejangan dari Yang Maha Cinta.

Sampai-sampai Sayidina Umar RA memuji seorang perempuan yang meskipun saat itu beliau sudah direpeti habis-habisan, dimarahin , diomelin didalam rumah tangganya . Kalo jaman now, nyari yang kayak gini njlimet yah πŸ˜‚πŸ˜‚. Gimana nggak coba! Belum sempet ngomong, eh si laki udah ngedalil "awas nanti neraka loh ngelawan suami" kalimat ini rekayasa penulis. Dan belum ditelusuri lebih lanjut. πŸ˜…πŸ˜…



Nah, jadi waktu itu, ada seorang warga (kita sebut si fulan yah 😊). Ini terjadi pada kekhalifahan Umar Bin Khattab. Warganya ingin mengadu kepada Umar RA tentang prihal rumah tangganya. Lebih singkatnya ingin ngeluhin sikap istrinya. Karena bagi si Fulan, istrinya sangat cerewet dan banyak bicara. Si Fulan soan ke kediaman Umar RA, semata-mata ingin mendapatkan tips dari Amirul Mukminin dan terlebih jika sangat sulit untuk di 'daur ulang' cerai adalah jalan terbaik yang harus di laluinya. Apa pun solusi dari Umar bin Khattab RA, ia akan berusaha melaksanakannya.



Tapi, diluar ekspektasinya. Ketika sampai didepan rumah Umar, ia mendengar Umar pun mengalami hal serupa (direpetin sama istri) dan ia mendengar ucapan istri Umar jauh lebih pedas. Ia urung dan berbalik untuk membatalkan niatnya mengadu. Sebelum sempat melangkah jauh dari pintu rumah sang khalifah, tak lama Umar RA pun keluar dan menanyakan maksud kedatangan nya. Bak gayung bersambut, karena kedatangannya sudah kepergok, si fulan pun menyatakan maksud kedatangannya kepada Umar RA.







____ See you soon____

πŸ“· : Webtoon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Final Part, antara kita ada cinta

Sebilah Tanya